Hadits Sunan An-Nasa'i No. 137 - Kitab Thaharah
Bab Manfaat dari Sisa Wudhu
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ شَهِدْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِالْبَطْحَاءِ وَأَخْرَجَ بِلاَلٌ فَضْلَ وَضُوئِهِ فَابْتَدَرَهُ النَّاسُ فَنِلْتُ مِنْهُ شَيْئًا وَرَكَزْتُ لَهُ الْعَنَزَةَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ وَالْحُمُرُ وَالْكِلاَبُ وَالْمَرْأَةُ يَمُرُّونَ بَيْنَ يَدَيْهِ .
Dari 'Awn bin Abi Juhaifah, bahwa ayahnya berkata: "Aku melihat Nabi (ﷺ) di Al-Batha'. Bilal mengeluarkan air sisa dari Wudhu-nya dan orang-orang bergegas menuju air itu, dan aku mendapatkan sebagian darinya. Kemudian sebuah tombak ditancapkan di tanah dan dia memimpin orang-orang dalam shalat, sementara keledai, anjing, dan wanita lewat di depannya."
Hadits Shahih Bukhari Nomor 182 (Kitab Wudhu)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ قَالَ وَهُوَ الَّذِي مَجَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَجْهِهِ وَهُوَ غُلَامٌ مِنْ بِئْرِهِمْ وَقَالَ عُرْوَةُ عَنْ الْمِسْوَرِ وَغَيْرِهِ يُصَدِّقُ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا صَاحِبَهُ وَإِذَا تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ : صحيح البخاري {١٨٢}
Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah berkata: telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d berkata: telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata: Mahmud bin Ar Rabi’ mengabarkan kepadaku, ia berkata: “Dialah orang yang diberkahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di wajahnya saat dia masih kecil dari sumur mereka.” Dan ‘Urwah menyebutkan dari Al Miswar, dan Selainnya -setiap dari keduanya saling membenarkan satu sama lain-, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, hampir saja mereka berkelahi memperebutkan bejana bekas wudhu beliau.” { Shahih Bukhari 182 }
Dalam Musnad Ahmad ibn Hanbal, Anas menuturkan bahwa ia melihat Nabi ketika rambutnya sedang dipotong. Kemudian, para sahabat mengelilingi beliau. Masing-masing mereka meminta beberapa potongan rambut Rasulullah.
Dalam Sahih Bukhari hadis nomor 2300, disebutkan bahwa Nabi menyuruh Abu Talha agar membagi-bagikan potongan rambutnya kepada kaum Muslim. Abu Ubaidah bahkan menegaskan, memiliki potongan rambut Nabi Muhammad adalah lebih berharga baginya daripada dunia dan isinya.
Umaimah RA meriwayatkan bahawa:
كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدَحٌ مِنْ عِيدَانٍ يَبُولُ فِيهِ، وَيَضَعُهُ تَحْتَ سَرِيرِهِ، فَقَامَ فَطَلَبَ، فَلَمْ يَجِدُهُ فَسَأَلَ، فَقَالَ: " أَيْنَ الْقَدَحُ؟ "، قَالُوا: شَرِبَتْهُ بَرَّةُ خَادِمُ أُمِّ سَلَمَةَ الَّتِي قَدِمَتْ مَعَهَا مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَقَدِ احْتَظَرَتْ مِنَ النَّارِ بِحِظَارٍ "
Maksudnya: Dahulu Nabi SAW mempunyai bekas yang diperbuat dari pelepah kurma yang Baginda gunakan untuk kencing padanya, dan baginda letakkan di bawah tempat tidurnya. (Pada satu masa), baginda SAW mencari bekas tersebut, namun baginda SAW tidak menjumpainya. Maka baginda bertanya: “Di manakah bekas itu?”. Mereka berkata: “Telah diminum oleh Barrah, pembantu Ummu Salamah yang datang bersamanya dari negara Habsyah. Lalu Nabi SAW bersabda: “Sungguh dia telah terpelihara daripada api neraka”.
Riwayat al-Tabrani (527)
Imam Ibn al-Qayyim ada menukilkan satu kisah di mana Malik bin Sinan iaitu bapa kepada Abu Said al-Khudri telah meminum darah Rasulullah ketika peperangan Uhud. [Lihat: Zad al-Ma’ad, 177/3] Kisah ini juga dibenarkan oleh Syeikh Sofiy al-Rahman al-Mubarakfuri di dalam kitabnya al-Rahiq al-Makhtum:
وَامْتَصَّ مالِك بِنْ سِنَان والد أَبِي سَعِيْد الخُدْرِي الدَّمَ مِنْ وَجْنَتِهِ حَتَّى أَنْقَاه. فَقَالَ: مُجَّهُ. فَقَالَ: وَاللهِ لَا أَمُجُّهُ أَبَدًا. ثُمَّ أَدْبَرَ يُقَاتِل
Maksudnya: Malik bin Sinan iaitu ayah Abu Sa’id al-Khudri telah menyedut darah dari pipi Rasulullah SAW sehingga menelannya. Lalu Nabi SAW berkata: “Ludahkanlah ia!” Beliau menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan meludahnya.” Kemudian beliau kembali berperang. [Lihat: al-Rahiq al-Makhtum, 247/1] (sumber: yt/sunnahnabi)
#Edukasilintasiman
Read More »
12:10 AM | 0
comments
