Hi, guest ! welcome to TV LIFE STREAMING. | About Us | Contact | Register | Sign In
Categorie : Home | LIVE | VIDEO | TV | STREAMING | Google | Widget | Facebook
Add to Google

Monday, December 22, 2025

Apakah Paham Kebencian akan mampu Bertoleransi?


 ".... Apa Mungkin Paham Kebencian Membuatmu Netral?
".... Kebencian yg dibungkus dengan istilah kritik.

Pertama, Sebagai orang yg lahir dan dibesarkan sebagai muslim, maka pengetahuan saya tentang literatur Islam jauh melebihi pengetahuan saya tentang literatur agama lain.

Kedua, Amoralitas ajaran Islam lah yg paling membuat logika saya mind blowing in the bad way, dan akal sehat saya jumpalitan bertanya-tanya, up side down..!

Ketiga, Rasanya tidak masalah saya dianggap pembenci, karena yg saya benci adalah ajaran pembenci yg menyulut kebencian umat kepada umat lain.

Keempat, Tidak masalah bagi saya dibilang pembenci penjahat. Tidak masalah bagi saya dituduh pembenci pembunuhan yg dibungkus alasan perang. Tidak masalah bagi saya dibilang pembeci penjarah, pembenci maling dan rampok. Tidak masalah bagi saya dituduh pembenci orang yg meniduri budak, meniduri anak kecil dan  tukang kawin..!

Bagaimana dengan sikapmu terhadap semua amoralitas itu? Kamu menggugat kenetralan saya, sementara kamu sendiri bagaimana..? Tidak mungkin ketika kamu mengimani paham kebencian akan membuatmu netral. Sumber

#EdukasiLintasAgama


Read More »
7:15 AM | 0 comments

Wednesday, December 17, 2025

Siapakah yang membangkitkan Yesus Kristus dari Kematian

1️⃣ Yesus dalam doktrin Kristen adalah Allah yang menjadi manusia (Inkarnasi). Sebagai manusia, Yesus memiliki keterbatasan manusiawi.

Dalam Yohanes 5:19, Yesus berkata:> “Anak tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri, tetapi hanya apa yang Ia lihat Bapa lakukan.”

Artinya dalam natur manusia-Nya, Yesus tunduk kepada Bapa.

2️⃣ Yesus tetap Tuhan meski dibangkitkan oleh Bapa

Alkitab membedakan dua natur Yesus: manusia dan ilahi (hypostatic union).

Sebagai manusia, Yesus mengalami kematian dan keterbatasan.

Sebagai Allah, Yesus tetap satu hakikat dengan Bapa.

Kebangkitan oleh Bapa bukan meniadakan keilahian-Nya, tetapi memperlihatkan kesatuan dan rencana keselamatan Allah.

3️⃣ Kebangkitan menegaskan kuasa dan otoritas-Nya

Yesus berkata:> “Segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku.” (Matius 28:18)

Kebangkitan-Nya oleh Bapa menegaskan rencana keselamatan Allah, bukan bukti ketidak-Tuhan-an Yesus.

Kesimpulan:

Yesus dibangkitkan oleh Bapa karena dalam natur manusia-Nya Ia tunduk pada Allah.Ini tidak membantah keilahian Yesus, melainkan menunjukkan kesatuan Bapa dan Anak dalam rencana keselamatan.

Sumber


Read More »
6:28 PM | 0 comments

Para istri dan wanita-wanita sekitar Muhammad (Part-1)

Ilustrasi 

Salah satu pernyataan yang senantiasa anak muslim dengar sejak kecil dari para ustadz dan selalu diulang-ulang adalah pernyataan bahwa Muhammad menikahi janda-janda tua yang tidak cantik, dan pernikahan itu bukan untuk pemuas birahi melainkan untuk mengangkat derajat wanita dan memperkuat persaudaraan. Diantara pernyataannya sebagai berikut:

Rasulullah s.a.w menikahi sebelas orang wanita. Tentu saja hal itu Nabi lakukan bukan untuk menyalurkan nafsu seks, sebab sepuluh diantara sebelas wanita itu nabi nikahi ketika mereka sudah menjanda dan telah tua renta. [Buku Pintar Agama Islam-Syamsul Rijal Hamid- ‘Penebar Salam’, Bogor 2002, halaman 99].

Dan ada lagi pernyataan berikut; "Semua wanita yang beliau nikahi tidak lain adalah para janda, yang tidak bisa dikatakan muda, apalagi cantik. Satu-satunya isteri yang dinikahi dalam keadaan perawan hanyalah Aisyah r.a. Meski pada usia yang masih muda, tapi ukuran usia nikah di semua peradaban dunia ini tidak bisa disamakan." [dikutip dari: Jawaban Eramuslim atas artikel Faithfreedom.com].

Jadi menurut pernyataan diatas, istri-istri Muhammad adalah : 

 • Janda 

 • Tidak cantik

 • Tidak muda (tua renta)

 • Bukan untuk pemuas nafsu.

Apakah klaim tersebut benar atau tidak lebih dari kebohongan belaka? Kita akan membahasnya dalam beberapa periwayatan berikut ini;

Setelah kematiah Khadijah, istri pertamanya, Muhammad langsung mengoleksi wanita-wanita (istri dan budak). Hal yang tidak dilakukannya ketika Khadijah masih hidup, karena hampir seluruh  rahasia kehidupan Muhammad ada di tangan istri pertamanya itu.

Di antara umur 50 sampai 58 tahun, Muhammad mengumpulkan setidaknya tujuh istri. Umur istri-istrinya mulai dari anak ingusan berumur 6 tahun (Aisyah) hingga wanita 35-an tahun (Hindun). Lebih mengejutkan lagi di usia yang sudah 58 tahun Muhammad masih mengoleksi 4 orang istri dengan umur dari 17 tahun (Safiyah) sampai 35 tahun (Maimunah).

Menurut Al-Halabi, Muhammad berhubungan dengan lebih dari 30 wanita, namun dikatakan bahwa dia menikah secara sah hanya dengan 22 wanita. Enam wanita diantaranya adalah wanita yang menawarkan diri kepada sang nabi namun hanya empat orang yang nabi inginkan. [Al-Sira Al-Halabia, hal 417].

Menurut Persian Journal; ‘Muhammad & His Wives’, September, 2005. Istri-istri sah (wanita yang dinikahi) Muhammad berjumlah 16 orang, ditambah 2 orang budak wanita (gundik), dan 4 orang wanita yang menyerahkan diri. Ini sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh cendekiawan muslim Ali Dashti, mereka adalah;

1. Khadijah bint Kuwailid

2. Saudah bint Zam’a

3. Aisyah bint Abu Bakr

4. Umm Salamah (Hindun bint Umaiyah)

5. Hafsah bint Umar bin Al-Khattab

6. Zaynab bint Jash (i)

7. Juwairiyah bint Al-Harith

8. Umm Habiba

9. Safiyah bint Huyay

10. Maimunah bint Al-Harith (i)

11. Fatimah

12. Ramlah bint Abu Sufyan (putri Abu Sufyan bin Harb)

13. Asma dari Saba

14. Zaynab Al-Khuzaima (ii)

15. Hablah

16. Asma bint Al-Nu’man

Dua orang budak yang oleh para ulama juga sering disebut sebagai istri, walaupun tidak ada riwayat tentang perkawinan mereka, yakni:

1. Maria Qubtiyah

2. Rihana bint Zayd

Dan ada empat wanita lagi yang dikategorikan sebagai wanita-wanita muslim yang menyerahkan diri mereka untuk Muhammad:

1. Khaula binti Hakim

2. Maimunah (ii)

3. Zaynab (iii)

4. Umm Sharik

Al-Tabari mengatakan, “Rasulullah menikahi lima belas wanita. Dia menggabungkan tujuh pada satu saat dan meninggalkan delapan.” [Al-Tabari, Vol IX, hal 126].

1. KHADIJAH BINT KUWAILID

Sebagai penggembala domba, Konon Muhammad dipanggil Abu Kabsha. Nama tersebut menempel pada masa remajanya, nama panggilan ini adalah bentuk feminin dari kata ‘domba kecil’. Disela-sela kegiatannya mengembalakan kambing upahan milik kambing, Muhammad yang ketika itu berusia 25 tahun dicarikan pekerjaan di sebuah perusahaan dagang milik wanita kaya yang masih saudara jauh, bernama Khadijah, berusia 40 tahun.

Suatu hari Muhammad mendapat kepercayaan untuk melakukan perjalanan dagang ke Syria untuk menjual dan membeli barang-barang pesanan Khadijah. Kepada rekan-rekan bisnisnya Khadijah memperkenalkan bahwa Muhammad adalah orang kepercayaannya (al-Amin). Ketika Muhammad kembali dari Syria, Khadijah yang sudah cukup lama menjanda melamar Muhammad untuk menikah dengannya.

Saat itu Khadijah berusia empat puluh tahun, diduga masih cantik dan janda kaya. Ia adalah wanita terkaya di Mekah. Banyak pria berkuasa yang ingin menikahinya dan ia menolak semuanya. Muhammad adalah pemuda yang tidak memiliki apa-apa dan tidak punya nama. Ia tidak memiliki pekerjaan, uang, maupun ketrampilan. Meskipun Khadijah sudah berusia 40 tahun, dalam masyarakat patriakis seperti Mekah, Khadijah butuh izin dari ayahnya untuk menikah. Ini tidak gampang.

Khadijah merancang rencana yang berani demi bisa menikah dengan Muhammad. Ia tahu akan kelemahan ayahnya terhadap minuman keras. Khadijah tidak mengatakan bahwa ia akan menikah, namun ia mengundang ayahnya dan menyuguhinya minuman anggur. Ketika ayahnya mabuk, ia menaburinya dengan wangi-wangian dan mengenakan pakaian Yaman mahal. Ia lalu menyiapkan pesta dan mengundang Muhammad dan pamannya saat ayahnya masih mabuk.

Ketika ayah Khadijah, Khuwailid, sadar dari mabuknya, ia melihat ke sekelilingnya dengan heran. Ia menanyakan apa maksud dari tanda-tanda adanya pesta pernikahan, sapi yang dipotong, wangi-wangian, dan pakaian pernikahan. Ketika ia diberitahu akan apa yang terjadi. Kepadanya diberitahu “pakaian pernikahan itu dikenakan Muhammad kepadamu, menantumu”.

Khuwailid menjadi sangat marah dan menyatakan bahwa ia tidak akan pernah setuju untuk memberikan putrinya kepada seorang pemuda tanpa nama. Rombongan Muhammad menjawab dengan marah bahwa rancangan pernikahan itu bukan berasal dari mereka, tetapi dari puterinya sendiri. Kedua belah pihak tidak terima dan bertengkar hingga mengeluarkan senjata, pertumpahan darah nyaris terjadi. Seketika Khadijah turun tangan maka rekonsiliasi pun terjadi. [Al-Tabari, Vol 6, halaman 49]


(Bersambung......)


Read More »
7:33 AM | 0 comments

Para istri dan wanita-wanita sekitar Muhammad (Part-2)

Ilustrasi

Kisah memalukan pada saat pernikahan Muhammad dan Khadijah tersebut diceritakan oleh At-Tabari dan Ibn Sa’d, tetapi ibn Hisyam tidak memasukannya dalam sirahnya. Bahkan periwayat muslim lainnya mengatakan bahwa Khuwailid mati saat kejadian itu, dan Khadijah dinikahkan dengan Muhammad oleh paman dari Khadijah. 

Penyangkalan memang sudah biasa dikalangan muslim yang tidak tahu-menahu tentang riwayat nabinya sendiri, selain yang mereka dengar dari para ustad dan yang didogmakan kepadanya tentang kemuliaan nabi. Ada banyak hadis yang dibuat untuk menghindari rasa malu. Dengan sedikit akal sehat saja, kita tidak sulit untuk menentukan versi mana yang benar dan masuk akal dan mana yang tidak.

Tidak mungkin kaum muslim sendiri sebagai penulis sirah dan hadis-hadis akan mengarang sebuah hadis sedemikian luar biasanya untuk mempermalukan nabinya sendiri. Kecuali mereka memang tidak menyadari bahwa kejujuran ceritanya justru bisa mempermalukan nabinya dan agama mereka sendiri dikemudian hari.

Bagi Muhammad pernikahannya dengan Khadijah merupakan keuntungan besar. Ia “menang banyak”, baik secara finansial dan sosial, juga emosional. Dari Khadijah dia bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang hampir tidak pernah ia rasakan, dan juga jaminan keuangan dan meningkatkan derajat sosial. Tapi ternyata Muhammad bukanlah orang yang suka bekerja. Dia lebih memilih mengasingkan diri.

Namun perbedaannya sekarang, dia bukan anak-anak lagi, dia sudah menikah dan memiliki keluarga, sehingga dalam dunianya yang penuh khayalan ketika menggembalakan kambing itu, sekarang Muhammad tidak lagi merasa terasing. Dia merasa dihormati oleh istrinya dan anak-anaknya. Budaya patriaki membuat Muhammad merasa dihormati oleh istri dan ke sepuluh anak-anak Khadijah, enam dari Muhammad.

Dalam sepuluh tahun perkawinan dengan Muhammad, Khadijah melahirkan enam orang anak bagi Muhammad;

1. Qasim (laki-laki)

Dari anak laki-laki pertamnya inilah asal julukan lain bagi Muhammad dimana banyak orang memanggilnya “Abu al-Qasim” (bapak dari Qasim). Qasim meninggal di usia dua tahun.

2. Zainab (perempuan)

3. Ruqayyah (perempuan)

4. Ummu Kalthum (perempuan)

Dua anak perempuan Muhammad (Ruqayyah dan Umm Kalthum)   menikah dengan Usman ibn Affan yang dikemudian hari ia menjadi khalifah ketiga, dan kedua anak perempuan Muhammad meninggal tidak lama setelah itu.

 5. Fatimah Az-Zahra (perempuan)

Ia menikah dengan Ali, sepupu dari Muhammad yang kemudian Ali menjadi khalifah keempat. Fatimah adalah satu-satunya anak Muhammad yang mencapai umur hingga 30-an tahun, tetapi ia meninggal hanya enam bulan setelah kematian Muhammad. Fatimah meninggal setelah konfliknya dengan Abu Bakr tentang harta warisan Muhammad yang seharusnya menjadi hak Fatimah tapi di kuasai oleh Abu Bakr.

 6. Abdul Manaf (laki-laki)

Ia juga meninggal saat masih bayi. Manaf adalah nama dewa pagan Arab. Namanya mungkin dianggap memalukan sehingga penulis muslim awal  banyak memberikan berbagai macam nama yang berbeda kepada anak bungsunya ini. Ada yang menyebut anak bungsu nabi bernama Abdullah, Tayib, dan Tahir. Namun hal itu tidak seharusnya membuat malu kaum muslim, karena Muhammad sendiri tidak malu untuk mengakui, “Aku telah mempersembahkan seekor domba putih bagi dewa al-Uzza, saat aku masih menjadi pengikut agama kaumku.”

Total anak-anak Muhammad sebenarnya ada 7 orang. Anak ke-7 bernama Ibrahim, Ibrahim adalah anak Muhammad dari Maria Quptiyah, wanita budak hadiah dari penguasa Mesir. Ibrahim juga meninggal pada umur sekitar 2 tahunan.

Setelah Muhammad menjadi suami Khadijah dan menjadi seorang ayah dari 10 anak, ia malah lebih sering menyendiri ke sebuah gua, menghabiskan waktunya di dunianya sendiri. Untuk apa semua itu ia lakukan? Sepertinya ia tidak peduli pada keluarganya atau mencari nafkah bagi anak-anaknya (wajarlah jika ada yang berpendapat dia sibuk berkhayal dan bermimpi).

Dalam sirah dan hadis dikisahkan bahwa suatu hari ketika Muhammad menghabiskan waktunya di gua Hira, ia mengalami pengalaman yang aneh. Dia mulai mengalami kontraksi, sakit perut, kejang-kejang dan merasa terhimpit kuat-kuat. Dalam keadaan seperti ini dia seperti mendengar suara-suara dan melihat sesuatu. Kemudian dia berlari kerumah seperti ketakutan, badannya gemetar dan berkeringat. “Selimuti aku, tutupi aku,” pintanya kepada istrinya. “Oh Khadijah, ada apa dengan diriku ini?”

Lalu dia menceritakan semua yang dia alami di goa, dan berkata, “Aku takut sesuatu telah terjadi padaku.” Khadijah menenangkan dan mengatakan padanya untuk tidak merasa takut, karena dia sebenarnya didatangi oleh Malaikat. Setelah Khadijah menceritakan kejadian yang dialami suaminya kepada pamannya ‘Waraqah Ibn Naufal’, maka Khadijah mendapat pembenaran bahwa yang mendatangi suaminya adalah Malaikat Jibril (dalam kepercayaan pra-islam disebut Namus).

Detil dari kisah-kisah ini bersumber dari sirah-sirah klasik dan hadis panjang yang diriwayatkan oleh Aisyah. Pertanyaannya, darimana Aisyah mendapat kisah sedetil itu, padahal saat itu dia belum lahir, dan Aisyah dinikahi Muhammad pada usia 6 tahun ditahun ke-10 kenabiannya, dan pada saat Muhammad meninggal Aisyah baru berumur 18 tahun. Sepertinya kisah tentang Muhammad dan kedatangan Jibril di Gua Hira memang hanya karangan muslim awal, yaitu kaum muslim yang hidup 200-250 tahun kemudian.

Hadis yang menjadi sumber awal klaim kenabian Muhammad ini menggiring pembacanya seolah-olah Muhammad tahu bahwa yang mendatanginya adalah malaikat. Padahal Muhammad sendiri tidak tahu sosok apa yang menekan dirinya di Gua Hira sebelum Waraqah mengatakan ‘Namus’ (Jibril). (Detil hadisnya akan saya lampirkan pada part-3). Sumber

(Bersambung.....)


Read More »
7:27 AM | 0 comments

Yesus menyamakan dirinya dengan Bapa

 

Pernyataan Tuhan Yesus Kristus secara Eksplisit menyamakan dirinya dengan sang Bapa.

"Kamu menyebut aku Guru dan Tuhan.. dan
Katamu itu tepat sebab memang akulah Guru dan Tuhan". Yohanes 13:13

"Sekiranya kamu mengenal Aku.. Pasti kamu juga mengenal Bapa-ku. Sekarang ini kamu mengenal dia dan kamu telah mengenal dia". Yohanes 14:17

"Aku dan Bapa adalah Satu". Yohanes 10:30



Read More »
6:35 AM | 0 comments

Monday, December 15, 2025

Silsilah garis keturunan dari Adam hingga kepada Yesus


Inilah Silsilah Garis Keturunan Adam hingga Yesus.. Silsilah 12 Suku Israel..


Read More »
5:59 AM | 0 comments

Saturday, November 29, 2025

Al-llah Menyesatkan Iblis QS Al-Hijr Ayat 39




ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุจِู…َุงٓ ุงَุบْูˆَูŠْุชَู†ِูŠْ ู„َุงُุฒَูŠِّู†َู†َّ ู„َู‡ُู…ْ ูِู‰ ุงู„ْุงَุฑْุถِ ูˆَู„َุงُุบْูˆِูŠَู†َّู‡ُู…ْ ุงَุฌْู…َุนِูŠْู†َۙ ۝ูฃูฉ

qรขla rabbi bimรข aghwaitanรฎ la'uzayyinanna lahum fil-ardli wa la'ughwiyannahum ajma‘รฎn

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua. (Sumber)


Read More »
11:31 PM | 0 comments

Tuesday, November 25, 2025

Nubuatan Yesaya tentang Tanah Kedar


Doc. Nubuatan Tentang Tanah Kedar 

Pesan dari Yesaya menyerukan umat Allah untuk meninggalkan berhala-berhala mereka, dan memperingatkan mereka tentang kehancuran yang akan datang jika mereka tidak taat. (Sumber/Video)

#EdukasiLintasIman #DiskusiLintasAgama #Faktasejarah #Apologetika #Alkitab


Read More »
9:02 PM | 0 comments

Sunday, October 26, 2025

Siapakah Yang Mengetahui Hari Kiamat? Menjawab Pertanyaan ini dari makna Teologis Alkitab

Exposisi dan Makna Teologis dari Markus 13:32 maupun Matius 24:36. Teks: Markus 13:32 (TB) atau Matius 24:36

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.”

1. Latar Belakang Konteks

Markus 13 adalah bagian dari khutbah eskatologis Yesus — yaitu pengajaran tentang akhir zaman. Dalam pasal ini, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya tentang tanda-tanda kehancuran Bait Allah, penderitaan besar, dan kedatangan Anak Manusia (Parousia).

Ayat 32 menjadi puncak penegasan bahwa waktu pasti kedatangan itu tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Bapa.

2. Exposisi Ayat

a. “Tentang hari atau saat itu”

Mengacu pada hari kedatangan Kristus kembali atau hari penghakiman akhir.

Yesus menegaskan bahwa manusia tidak bisa menentukan waktu kedatangan-Nya — itu tetap rahasia Allah.

b. “Tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak...”

Bahkan makhluk surgawi yang dekat dengan Allah pun tidak memiliki pengetahuan ini. Ini menunjukkan betapa mutlaknya kedaulatan Allah atas waktu dan rencana-Nya.

c. “...dan Anak pun tidak...”

Bagian ini sering menjadi bahan diskusi teologis. Mengapa Yesus, Sang Anak Allah, tidak tahu?

Kalau Yesus Tuhan kenapa tidak tahu bila hari Kiamat?

Ada dua pandangan utama:

(1) Pandangan Inkarnasi (Kristologi)

Ketidaktahuan Yesus di sini terkait dengan keadaan-Nya sebagai manusia (inkarnasi).

๐Ÿ‘‰Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus membatasi diri (Filipi 2:6–8).

๐Ÿ‘‰Ia benar-benar mengambil sifat manusia, termasuk keterbatasan dalam pengetahuan, sementara tetap sepenuhnya Allah.

Jadi, bukan berarti Yesus bukan Allah, tetapi bahwa sebagai manusia, Ia tidak menggunakan seluruh atribut keilahian-Nya secara bebas, melainkan tunduk pada kehendak Bapa.

(2) Pandangan Fungsional Trinitas

Dalam hubungan Trinitas, ada pembedaan peran:

Bapa: sumber dan penentu waktu rencana ilahi.

Anak: pelaksana keselamatan.

Roh Kudus: penerap karya keselamatan.

Maka, “tidak tahu” di sini bisa dipahami sebagai penyerahan diri Anak kepada otoritas Bapa dalam rencana kekal Allah.

3. Makna Teologis

a. Tentang Kedaulatan Allah

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Bapa memegang kendali penuh atas sejarah dan waktu. Tidak ada yang di luar kuasa-Nya.

b. Tentang Kemanusiaan Sejati Yesus

Yesus sungguh-sungguh manusia. Ia bukan hanya “berpura-pura” menjadi manusia, melainkan benar-benar mengalami keterbatasan manusiawi — termasuk dalam pengetahuan.

c. Tentang Kerendahan dan Ketaatan Anak

Yesus menunjukkan kerendahan hati dan ketaatan sempurna kepada Bapa. Ia tidak mencari tahu atau melampaui kehendak Bapa, melainkan tunduk sepenuhnya.

d. Tentang Sikap Orang Percaya

Karena waktu itu tidak diketahui: Kita tidak berspekulasi tentang waktu kedatangan Kristus. Kita dipanggil untuk berjaga dan siap setiap saat (Markus 13:33–37).

4. Aplikasi Rohani

Jangan sibuk menebak waktu akhir, tetapi hidup dalam kesiapan dan kesetiaan setiap hari.

Belajar meneladani Yesus dalam ketaatan dan kerendahan kepada kehendak Bapa.

Percaya bahwa Allah mengatur waktu dengan sempurna, bahkan bila manusia tidak mengerti.

Kesimpulan Singkat

Markus 13:32 mengajarkan bahwa waktu kedatangan Kristus adalah rahasia Allah, menegaskan kedaulatan Bapa, kerendahan Kristus dalam inkarnasi, dan panggilan bagi orang percaya untuk senantiasa berjaga dan hidup setia.


Read More »
12:22 AM | 0 comments

Sunday, August 3, 2025

Begini Kondisi anak yang berada di lokasi kericuhan Pembubaran Ibadah di Padang

 


Beginilah kondisi seorang anak yang mengalami trauma akibat kejadian pembubaran Ibadah yang terjadi di Padang Sumatera barat. Kondisi psikologis anak yang menyebabkan rasa ketakutan..

Kronologis kejadian tersebut, awalnya sekitar 20 anak sedang melaksanakan kegiatan belajar agama di rumah doa tersebut. Namun sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, Pendeta Dachi tiba-tiba dipanggil oleh otoritas RT dan RW setempat.

Belum selesai Pendeta Dachi melakukan pertemuan tersebut, tiba-tiba rumah doa pimpinannya didatangi oleh orang tidak dikenal. "Ada pemuda muncul dan membuka pagar, lalu masuk ke dalam sembari menendang pagar kayu," kata Yonatan.

Kayu pagar yang lepas akibat ditendang kemudian digunakan pelaku untuk memukul kaca jendela rumah doa. "Tiba-tiba muncul lagi sekelompok orang lainnya yang ikut melakukan perusakan," tutur Yonatan. 



Read More »
10:07 PM | 0 comments

Thursday, July 10, 2025

Perawatan wanita demi Kecantikan


Wanita itu seperti hiasan bagi setiap lelaki.. setiap lelaki pasti menginginkan sosok seorang wanita yang cantik dan menarik.

Setiap lelaki punya selera masing-masing, ada yang memilih wanita dari sisi Penampilan yang dominan rapi dan bersih, ada yang memilih penampilan yang simpel tapi menarik, ada yang memilih penampilan yang serba wah!, ada yang memilih berpenampilan sederhana, dan berbagai spesifikasi lainnya yang dimana setiap lelaki suka.

Tetapi, untuk mendapatkan penampilan yang di inginkan setiap lelaki, wanita butuh perawatan dan perawatan butuh uang..

Apakah kamu sebagai lelaki lebih mementingkan penampilan pasangan kamu..? 

#Pesonawanita #Matalelaki #Duniaperempuan #Perawatankecantikan #skincare


Read More »
9:04 PM | 0 comments

Friday, July 4, 2025

Perbedaan Antara Cewek dengan Cowok saat Nongkrong


Kenapa ya kalau cowok ikutan Nongkrong sama Besty2 Cewek... kebanyakan si Cowok merasa Malu-malu.. Tapi.. kalau Cewek gabung sama Besty2 cowok.. si Cewek pasti malah merasa  ketakutan.. mungkin takut di rame-rame in kali yah...!!

Facebook/Leonyrani

#reels #facebookpro #pesonawanita #matalelaki

Read More »
5:41 AM | 0 comments

Thursday, June 26, 2025

The Evolution Of Jesus Christ

 


The Evolution Of the evangelical churchThe evolution of the understanding of Jesus Christ is a complex and multifaceted process, spanning from the earliest Christian beliefs to contemporary interpretations.

Early Christians initially viewed Jesus as the Messiah, gradually developing the concept of his divinity and his role in salvation history. This understanding evolved further through theological debates, artistic representations, and cultural shifts, leading to diverse interpretations across different periods and denominations.

Here's a more detailed look at the evolution:
Early Christianity (1st-4th centuries):

Messianic Figure:
Early followers saw Jesus as the promised Messiah, fulfilling Jewish prophecies. 

Human and Divine:
Debates arose about the nature of Jesus, with some emphasizing his humanity and others his divinity. 

The Trinity:
The concept of the Trinity (God as Father, Son, and Holy Spirit) gradually solidified, with Jesus recognized as the Son. 

Salvation and the Cross:
The significance of Jesus's death and resurrection as a means of salvation became central. 

Late Antiquity and the Middle Ages (4th-15th centuries):

Artistic Depictions:
Images of Jesus evolved from stern judges to compassionate figures, reflecting changing cultural and theological perspectives.

Emphasis on Suffering:
The Renaissance brought a focus on Jesus's humanity and suffering, highlighting his empathy for human pain.

Medieval Jesus:
Depictions shifted towards emphasizing his role as a righteous judge and king. 

Modern Period (16th century-Present):

Reformation:
The Reformation led to new interpretations of Jesus, emphasizing individual faith and relationship with God. 

Diverse Interpretations:
Modern Christianity includes diverse understandings of Jesus, ranging from fundamentalist views to more liberal interpretations. 

Social Justice:
Modern interpretations often emphasize Jesus's teachings on social justice, compassion, and love. 

Key Aspects of Evolution:

Shifting Focus:
From a focus on Jesus's role as a prophet and teacher to his divinity and sacrifice. 

Cultural and Historical Influence:
Changing cultural contexts have shaped the way Jesus is understood and depicted. 

Theological Debates:
Ongoing theological discussions have refined and reinterpreted the nature and role of Jesus. 

Diverse Interpretations:
Modern Christianity includes diverse understandings of Jesus, ranging from fundamentalist views to more liberal interpretations. 

Social Justice:
Modern interpretations often emphasize Jesus's teachings on social justice, compassion, and love. 


Key Aspects of Evolution:

Shifting Focus:
From a focus on Jesus's role as a prophet and teacher to his divinity and sacrifice. 

Cultural and Historical Influence:
Changing cultural contexts have shaped the way Jesus is understood and depicted. 

Theological Debates:
Ongoing theological discussions have refined and reinterpreted the nature and role of Jesus. 

Diverse Interpretations:
Christianity offers diverse perspectives on Jesus, reflecting the historical and cultural context of each denomination. 
In conclusion, the understanding of Jesus Christ has undergone a continuous evolution, influenced by theological developments, artistic expressions, and cultural shifts throughout history. The core message of love, compassion, and forgiveness remains a constant.

#Education #Jesuschrist

Read More »
9:47 PM | 0 comments

Siapakah Nabi yang datang Membawa Pedang?

Ya, Nabi Muhammad SAW membawa pedang dalam beberapa kesempatan, terutama saat berperang atau melakukan perjalanan. Salah satu pedang yang terkenal adalah Zulfikar, yang kemudian diwariskan kepada Ali bin Abi Thalib.

Nabi juga membawa pedang lain seperti Al-Matsur saat hijrah ke Madinah dan pedang Hatf yang didapat dari rampasan perang. 

Beberapa pedang yang dimiliki Nabi Muhammad SAW dan terkait dengan sejarahnya:

➡️ Zulfikar : Pedang yang terkenal dan diwariskan kepada Ali bin Abi Thalib, sering digunakan dalam pertempuran. 

➡️ Al-Matsur : Dibawa saat hijrah ke Madinah, melambangkan kekuatan dan ketahanan. 

➡️ Hatf : Didapat dari rampasan perang, awalnya dibuat oleh Nabi Daud AS. 

➡️ Al-Mikhdam: Diberikan kepada Ali bin Abi Thalib, panjangnya sekitar 97 cm. 

➡️ Al-Adhb: Digunakan Nabi Muhammad saat Perang Uhud, dan saat ini disimpan di Masjid Husain, Kairo. 

➡️ Al-Qadib: Pedang yang digunakan untuk pertahanan saat bepergian, bukan untuk berperang. 

Pedang-pedang ini menjadi simbol keberanian dan kekuatan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam dan membela diri dari serangan musuh.


#EdukasiLintasAgama #Islam


Read More »
7:57 PM | 0 comments

Sejarah Terbentuknya Kitab Perjanjian Lama Gereja Katolik

PART I

PART II


Sejarah Terbentuknya Kitab Perjanjian Lama Gereja Katolik

Kitab Perjanjian Lama Gereja Katolik, yang juga merupakan bagian dari Alkitab Ibrani, terbentuk melalui proses panjang yang melibatkan tradisi lisan, tulisan, dan penyusunan oleh berbagai penulis selama berabad-abad. Awalnya, kisah-kisah tentang Allah dan hubungan-Nya dengan umat Israel diceritakan secara lisan, kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan sekitar tahun 1800 SM. Proses kanonisasi, yaitu penentuan kitab-kitab mana yang dianggap sebagai bagian dari Kitab Suci, dilakukan oleh Gereja Katolik melalui konsili-konsili dan penetapan para Paus, dimulai pada abad ke-4. 

Berikut adalah beberapa poin penting terkait sejarah terbentuknya Kitab Perjanjian Lama:

Tradisi Lisan:

Sebelum tulisan, kisah-kisah tentang Allah dan umat Israel diceritakan secara turun temurun. 

Penulisan:

Tulisan mulai digunakan sekitar tahun 1800 SM untuk mencatat kisah-kisah tersebut. 

Penyusunan:

Kitab-kitab Perjanjian Lama ditulis oleh berbagai penulis selama berabad-abad, dan terdiri dari berbagai jenis tulisan seperti hukum, nabi, puisi, dan sejarah. 

Kanonisasi:

Gereja Katolik, melalui konsili-konsili dan penetapan para Paus, menetapkan kitab-kitab mana yang termasuk dalam kanon Perjanjian Lama. 

Terjemahan:

Kitab-kitab Perjanjian Lama kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuklah bahasa Yunani (Septuaginta) dan bahasa Latin (Vulgata).

#Kristen #Katolik #EdukasiLintasAgama #SejarahKekristenan #Alkitab #

Jadi, Kitab Perjanjian Lama bukan hanya kumpulan teks tertulis, tetapi juga merupakan hasil dari pengalaman iman, tradisi lisan, dan proses penyusunan yang panjang dan melibatkan banyak orang, yang kemudian dikukuhkan oleh Gereja Katolik sebagai Kitab Suci



Read More »
12:33 AM | 0 comments

The Evolution Of Christianity

 


Christianity has evolved significantly since its beginnings as a Jewish sect in the 1st century AD. Initially a grassroots movement, it spread throughout the Roman Empire, eventually becoming the dominant religion. Key developments include the influence of Paul, the Council of Nicaea, the Edict of Milan, the East-West Schism, and the Protestant Reformation. These events have shaped Christianity into the diverse religion with various denominations and branches we see today.

Key Stages in the Evolution of Christianity:
Early Christianity (1st-4th centuries):
Began as a Jewish sect in Judea, emphasizing the teachings and resurrection of Jesus Christ. 

The Spread and Organization:
Christianity spread rapidly throughout the Roman Empire, with early Christians facing persecution. The faith eventually gained legal recognition under Emperor Constantine, leading to its organization and formalization. 

The Council of Nicaea (325 AD):
This council addressed theological disputes and established the Nicene Creed, a foundational statement of Christian belief. 

The East-West Schism (1054 AD):
This event divided Christianity into the Roman Catholic Church in the West and the Eastern Orthodox Church in the East. 
The Protestant Reformation (16th century):
Led by figures like Martin

The Protestant Reformation (16th century):
Led by figures like Martin Luther, this movement challenged the authority of the Catholic Church and led to the emergence of Protestant denominations. 

Modern Christianity:
Continues to evolve with various denominations and branches, including Catholic, Orthodox, Protestant, and others. 
Factors Influencing the Evolution:

Theological Debates:
Differing interpretations of Christian doctrine have led to divisions and the formation of new branches. 

Political and Social Factors:
The relationship between Christianity and political powers (like the Roman Empire) has significantly shaped its development. 

Cultural Influences:
Christianity has adapted to and been influenced by various cultures as it spread throughout the world. 

#Christianity, #Kristen, #EdukasiLintasAgama, #Sejarah



Read More »
12:06 AM | 0 comments

Friday, February 28, 2025

Ibu Guru Viral Salsabila

 

Video Viral Ibu Guru Salsa

Dalam "Video Viral" yang menjadi perbincangan hangat tersebut, terlihat seorang wanita yang disebut-sebut sebagai seorang Guru SD tengah berjoget dan mengumbar auratnya.

Tak sedikit pengguna media sosial mempertanyakan keaslian video viral tersebut dan mengaitkannya dengan seorang guru Matematika di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, bernama Salsabila Rahma.

Karena video tersebut sudah viral, akhirnya ibu guru tersebut mengklarifikasi video dan meminta maaf.



Read More »
6:18 AM | 0 comments

Tuesday, February 11, 2025

Membuat Alat Las dari Busi bekas

 

Beginilah cara membuat Alat Las dari bahan sebuah Busi. Tutorialnya sangat simpel dan bahan-bahan nya sangat mudah di dapat. Jangan lupa untuk mencobanya.. ini sebuah Innovasi Karya yang sangat menarik.

Jangan lupa untuk melihat konten kreatifitas lainnya dengan mencari melalui mesin pencarian di blog ini agar anda di bawa ke halaman yang anda cari. Atau anda bisa juga melihat di bagian related post. Dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan komentar di halaman komentar di bawah postingan ini sebagai dukungan anda untuk artikel-artikel yang ada di blog ini.


Read More »
12:04 PM | 0 comments

Membuat Gantungan Kunci dari Benang

Beginilah cara membuat gantungan kunci dari benang .. benang di jalin sedemikan rupa hingga membentuk satu pola dan sangat keren. Anda boleh mencobanya di rumah dengan memperhatikan video di atas. Semoga anda berhasil mengikuti langkah-langkah yang ada di video.

Jangan lupa untuk melihat konten kreatifitas lainnya dengan mencari melalui mesin pencarian di blog ini agar anda di bawa ke halaman yang anda cari. Atau anda bisa juga melihat di bagian related post. Dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan komentar di halaman komentar di bawah postingan ini sebagai dukungan anda untuk artikel-artikel yang ada di blog ini.


Read More »
11:30 AM | 0 comments