1️⃣ Yesus dalam doktrin Kristen adalah Allah yang menjadi manusia (Inkarnasi). Sebagai manusia, Yesus memiliki keterbatasan manusiawi.
Dalam Yohanes 5:19, Yesus berkata:> “Anak tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri, tetapi hanya apa yang Ia lihat Bapa lakukan.”
Artinya dalam natur manusia-Nya, Yesus tunduk kepada Bapa.
2️⃣ Yesus tetap Tuhan meski dibangkitkan oleh Bapa
Alkitab membedakan dua natur Yesus: manusia dan ilahi (hypostatic union).
Sebagai manusia, Yesus mengalami kematian dan keterbatasan.
Sebagai Allah, Yesus tetap satu hakikat dengan Bapa.
Kebangkitan oleh Bapa bukan meniadakan keilahian-Nya, tetapi memperlihatkan kesatuan dan rencana keselamatan Allah.
3️⃣ Kebangkitan menegaskan kuasa dan otoritas-Nya
Yesus berkata:> “Segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku.” (Matius 28:18)
Kebangkitan-Nya oleh Bapa menegaskan rencana keselamatan Allah, bukan bukti ketidak-Tuhan-an Yesus.
Kesimpulan:
Yesus dibangkitkan oleh Bapa karena dalam natur manusia-Nya Ia tunduk pada Allah.Ini tidak membantah keilahian Yesus, melainkan menunjukkan kesatuan Bapa dan Anak dalam rencana keselamatan.

Post a Comment